MAU PASANG IKLAN GRATIS UNTUK MENDAPAT PENGUNJUNG LEBIH BANYAK DAN MEMPERCEPAT USAHA ANDA BERHASIL...KLIK DISINI!!

Pasang Iklan Baris Gratis Tanpa Daftar

Iklan Baris Gratis ini disediakan untuk anda sebagai pemilik usaha, barang dan jasa serta berbagai peluang bisnis dan peluang usaha supaya anda bisa menunjukkan - mempromosikan produk jasa anda kepada seluruh dunia di internet. Promosi merupakan darah bagi kelancaran bisnis anda... untuk itu silahkan datang sesering mungkin untuk mempromosikan dan pasang "Iklan Baris Gratis" anda di website ini.

Pasang Iklan Baris Gratis disini bisa untuk jenis iklan apa saja, misalnya: iklan rumah, properti, jasa, domain hosting, laptop komputer, villa, kendaraan motor mobil, handphone hp bekas baru, bisnis mlm, segala jenis barang dan jasa.

Pasang iklan Anda, Gratis sepuas-puasnya di seluruh network Kami yg lain:

  • Azon Profit Master

Jual Kamboja Kering Dan Basah

Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba), masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan. Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa, serta teh herbal. Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat, silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang langsung ke tempat kami.
Dikirim oleh : Kamboja Kering, banjarmasin, 081334232727 | Kunjungi Website

DOWNLOAD - JURUS GOBLIN SAKTI

Jurus ampuh terbaik meraup RATUSAN SAMPAI RIBUAN dollar per hari! Kini Sudah saatnya anda berhasil meraih kebebasan finansial Anda dg strategi se-simple ini Ayoo..Buktikan kedahsyatan jurus ampuh ini! Raih Kebebasan finansial Anda sekarang juga! Dapatkan full Suport dari kami
Dikirim oleh : meki coli, mekicoli.blogspot.com, 082298975358 | Kunjungi Website

Pengaruh Pembelajaran Model Jigsaw Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas Viii Smp Negeri 1 Ketapang Kabupaten Sampang (PBI-13)

Minggu, 20 Januari 2013
BAB I  
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Proses belajar mengajar merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah. Guru merupakan personel yang menduduki posisi strategis dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, dituntut untuk terus mengikuti perkembangan konsep-konsep baru dalam dunia pembelajaran. Menurut Peters (dalam Sudjana, 2009: 15) mengemukakan bahwa ada tiga tugas dan tanggung jawab guru, yakni guru sebagai pengajar, guru sebagai pembimbing, dan guru sebagai administrator kelas.

Sebagian ahli mengatakan bahwa tugas dan peranan guru antara lain menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa. Tugas guru dalam proses belajar mengajar meliputi tugas pedagogis dan tugas administrasi. Tugas padagogis adalah tugas membantu, membimbing, dan memimpin. Dalam situasi pembelajaran, gurulah yang memimpin dan bertanggung jawab penuh atas kepemimpinannya yang dilakukan itu. Ia tidak melakukan instruksi-instruksi dan tidak berdiri di bawah instruksi manusia lain kecuali dirinya sendiri, setelah masuk dalam situasi kelas.

Dari hal itu, guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat besar, di samping sebagai fasilitator dalam pembelajaran siswa, juga sebagai pembimbing dan mengarahkan peserta didiknya sehingga menjadi manusia yang mempunyai pengetahuan luas baik pengetahuan umum, kecerdasan, kecakapan hidup, keterampilan, budi pekerti luhur, dan kepribadian baik dan bisa membangun dirinya untuk lebih baik dari sebelumnya serta memiliki tanggung jawab besar dalam pembangunan bangsa.
 
Oleh karena itu, guru harus mengetahui  bagaimana situasi  dan kondisi ajaran itu disampaikan kepada peserta didik, saran apa saja yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan belajar, bagaimana cara atau pendekatan yang digunakan dalam penbelajaran, bagaimana mengorganisasikan dan mengelola isi pembelajaran, hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut, dan seberapa jauh tingkat efektifitas, efisiennya serta usaha-usaha apa yang dilakukan untuk menimbulkan daya tarik bagi peserta didik.
 
Dalam kegiatan pembelajaran terdapat dua kegiatan yang sinergi, yakni guru mengajar dan siswa belajar. Guru mengajarkan bagaimana siswa harus belajar. Sementara siswa belajar bagaimana seharusnya belajar melalui berbagai pengalaman belajar hingga terjadi perubahan dalam dirinya dari aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan yang efektif dan akan lebih mampu mengelola proses belajar mengajar, sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal.

Belajar memang bukan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi pada anak didik, tetapi belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan dari pelajar itu sendiri. Itulah keaktifan yang merupakan langkah-langkah belajar yang didesain agar siswa senang mendukung proses itu dan menarik minat untuk terlibat. 

Mengaktifkan belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu cara menghidupkan dan melatih memori siswa agar bekerja dan berkembang secara optimal. Guru harus memberi kesempatan kepada siswa untuk mengoptimalkan memorinya bekerja secara maksimal dengan bahasanya dan melakukan dengan kreatifitasnya sendiri. Mengajar menurut Nasution (dalam Ahmadi 2005: 39) adalah aktivitas guru dalam mengorganisasikan lingkungan dan mendekatkannya kepada anak didik sehingga terjadi proses belajar.

Dalam pembelajaran terdapat beberapa komponen yang berpengaruh dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, salah satunya adalah “model atau metode pembelajaran”. Apabila ditinjau dari karakteristik setiap individu dari anak didik pasti memiliki perbedaan dalam hal kemampuan sikap, gaya belajar, perkembangan moral, perkembangan kepercayaan, perkembangan kognitif, sosial budaya dan sebagainya. Untuk itu guru harus mampu menjadikan mereka semua terlibat, merasa senang selama proses pembelajaran.

Pendidikan yang dianggap merupakan suatu alternatif dalam membentuk kepribadian manusia dianggap gagal. Hal ini dipengaruhi karena kurangnya perhatian terhadap persoalan bagaimana mengubah pengetahuan yang bersifat kognitif menjadi “makna” dan “nilai” yang perlu diinternalisasikan dalam diri siswa. 

Mengembangkan nilai-nilai yang diajarkan pada siswa sangat tergantung pada peranan guru dalam mengelola pembelajaran. Salah satu faktor yang sangat mendukung keberhasilan guru dalam proses pembelajaran adalah kemampuan guru dalam menguasai dan menerapkan model serta metode pembelajaran.

Model mengajar merupakan salah satu cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran. Oleh karena itu, peranan model mengajar sebagai alat untuk menciptakan proses belajar mengajar terhadap keaktifan proses pembelajaran.

Dengan model dan metode yang tepat seseorang dapat meraih prestasi belajar secara berlipat ganda. Hal itu tentu saja merupakan peluang dan tantangan yang menggembirakan bagi kalangan pendidik. Tetapi jika bangsa Indonesia terlambat mengapresiasikan berbagai temuan mutakhir dalam bidang metodologi pendidikan, maka posisi kita akan semakin tertinggal di belakang. 

Model pembelajaran yang tepat dapat memberikan motivasi belajar yang tinggi, dimana sangat berpengaruh sekali pada pembentukan jiwa anak. Motivasi belajar yang membangkitkan dan memberi arah pada dorongan yang menyebabkan individu melakukan perbuatan belajar.

Guru dituntut untuk menguasai bermacam model dan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa. Dalam memilih model pembelajaran, kadar keaktifan siswa harus selalu diupayakan tercipta dan berjalan terus dengan menggunakan beragam model dan metode pembelajaran. Keaktifan siswa di kelas sangat diperlukan karena proses kerja sistem memori sangat membantu perkembangan emosional siswa.

Dengan model belajar aktif, siswa akan mampu memecahkan masalahnya sendiri, yang paling penting melakukan tugasnya sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki.
Persoalannya bagaimana mengaktifkan siswa agar secara sukarela tumbuh kesadaran mau dan senang belajar, guru harus mempunyai strategi yang baik supaya pendidikan dan pengajaran yang disampaikan memperoleh respon positif, menarik perhatian, dapat dikembangkan dan terimplementasi dalam sikap yang positif  pula. Untuk mencapainya, seorang guru harus dapat memilih model pembelajaran yang menarik karena model pembelajaran yang biasa diterapkan monoton hanya terfokus pada materi saja.

Untuk meningkatkan mutu pembelajaran dalam kelas, banyak faktor yang harus dipertimbangkan diantaranya yaitu dalam hal penyampaian materi dari sumber melalui saluran atau media tertentu ke penerimaan siswa, sedangkan model pembelajaran yang digunakan di sekolah dirasakan masih kurang menciptakan suasana kondusif dan siswa terkesan pasif. Hanya mendengarkan penjelasan guru tanpa ada respon dari siswa, sehingga yang diketahui siswa hanya tersimpan dalam memori saja, tidak diungkapkan. Penyebab dari kepasifan siswa di kelas yaitu takut salah atau tidak percaya diri dan siswa cenderung malu mengungkapkan pendapatnya.

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan oleh seorang guru guna lebih mengaktifkan belajar siswa di kelas yaitu dengan menggunakan medel JigsawLearning. Strategi ini dapat diterapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mencapai kompetensi yang sudah ditetapkan dan diketahui siswa dengan membagikan bahan ajar yang lengkap. Dalam strategi ini, siswa dibagi secara kelompok, siswa dapat mendiskusikan dalam kelompok kecil. Setiap anggota kelompok kecil berusaha membuat resume untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Bentuk kelompok baru secara acak dan setiap anggota kelompok untuk saling menjelaskan resume kepada sesama anggota dalam kelompok baru tersebut sehingga diperoleh pemahaman yang utuh. 

Dengan model pembelajaran ini, siswa dapat bekerja atau berpikir sendiri tidak hanya mengandalkan satu siswa saja dalam satu kelompok tersebut. Karena setiap siswa dituntut dapat meresume dan dapat mempresentasikan pada kelompok yang baru.
Berpijak pada uraian latar belakang di atas, maka perlu kiranya diadakan suatu penelitian pendidikan. Dalam hal ini, penulis ingin mengangkat satu judul yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi saat ini, yaitu: “Pengaruh Pembelajaran Model Jigsaw Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ketapang Kabupaten Sampang”.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini