MAU PASANG IKLAN GRATIS UNTUK MENDAPAT PENGUNJUNG LEBIH BANYAK DAN MEMPERCEPAT USAHA ANDA BERHASIL...KLIK DISINI!!

Pasang Iklan Baris Gratis Tanpa Daftar

Iklan Baris Gratis ini disediakan untuk anda sebagai pemilik usaha, barang dan jasa serta berbagai peluang bisnis dan peluang usaha supaya anda bisa menunjukkan - mempromosikan produk jasa anda kepada seluruh dunia di internet. Promosi merupakan darah bagi kelancaran bisnis anda... untuk itu silahkan datang sesering mungkin untuk mempromosikan dan pasang "Iklan Baris Gratis" anda di website ini.

Pasang Iklan Baris Gratis disini bisa untuk jenis iklan apa saja, misalnya: iklan rumah, properti, jasa, domain hosting, laptop komputer, villa, kendaraan motor mobil, handphone hp bekas baru, bisnis mlm, segala jenis barang dan jasa.

Pasang iklan Anda, Gratis sepuas-puasnya di seluruh network Kami yg lain:

  • Azon Profit Master

Jual Kamboja Kering Dan Basah

Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba), masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan. Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa, serta teh herbal. Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat, silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang langsung ke tempat kami.
Dikirim oleh : Kamboja Kering, banjarmasin, 081334232727 | Kunjungi Website

DOWNLOAD - JURUS GOBLIN SAKTI

Jurus ampuh terbaik meraup RATUSAN SAMPAI RIBUAN dollar per hari! Kini Sudah saatnya anda berhasil meraih kebebasan finansial Anda dg strategi se-simple ini Ayoo..Buktikan kedahsyatan jurus ampuh ini! Raih Kebebasan finansial Anda sekarang juga! Dapatkan full Suport dari kami
Dikirim oleh : meki coli, mekicoli.blogspot.com, 082298975358 | Kunjungi Website

Pengaruh Penggunaan Metode Sinergetic Teaching Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi Di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Merangin (PBIO-7)

Minggu, 20 Januari 2013
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
    Sekolah merupakan wadah dalam melaksanakan pendidikan dan sekaligus bertanggung jawab untuk merealisasikan tujuan pendidikan nasional, Maka sekolah sebagai lembaga pendidikan formal bertanggung jawab dalam menanamkan dan memberi bekal ilmu pengetahuan, sikap kecakapan dan budi pekerti serta keterampilan yang berguna bagi siswa sebagai individu maupun lingkungan dimana individu itu berada baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Proses pembelajaran merupakan proses yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Pembelajaran berasal dari kata belajar yang mempunyai arti ”suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan nya”.
      
Seorang pendidik mempunyai peranan penting yaitu sebagai tokoh utama dalam keseluruhan proses pendidikan pada umumnya dan dalam proses pembelajaran pada khususnya. Seorang pendidik dalam menciptakan suasana pembelajaran yang baik harus berpedoman kepada kurikulum yang telah ditetapkan. Diantara 5 komponen kurikulum yang telah ditetapkan tersebut yakni sebagai berikut :
1.                  Tujuan.
2.                  Bahan Ajar / Materi Pembelajaran.
3.                  Metode Pembelajaran
4.                  Media Mengajar
5.                  Evaluasi Pembelajaran”.

Berdasarkan 5 komponen ini,maka penulis akan memfokuskan Pembahasan tentang komponen kurikulum yang ketiga, yaitu Metode Pembelajaran.


Metode pembelajaran merupakan bagian dari strategi instruksional yang memegang peran sangat penting pada sistim pembelajaran.Wina Sanjaya menyatakan ”Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam suatu kegiatan, agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal”.

Metode memegang peranan yang sangat penting dalam rangkaian sistim pembelajaran, keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran. Nana sudjana berpendapat ”Metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlansungnya pelajaran”.

Metode pembelajaran merupakan teknik penyajian bahan pelajaran kepada siswa dalam kelas, baik secara individu maupun kelompok/klasikal. Metode yang dipilih harus pula memperhatikan tujuan yang ingin dicapai serta sumber-sumber belajar yang ada. Penggunaan metode yang bervariasi tidak lain agar anak didik tidak merasa bosan selama pelajaran berlansung, serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa itu sendiri.
            
Guru memiliki peranan penting dalam Proses pembelajaran. Seorang guru harus mampu menciptakan pembelajaran aktif, dengan menggunakan Metode Pembelajaran aktif. Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif. Siswa belajar dengan aktif artinya siswa yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Dalam  belajar aktif, siswa diajak untuk ikut serta dalam semua proses pembelajaran tidak hanya mental tapi juga fisik. Dengan cara ini siswa akan merasakan suasana menyenangkan  sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Salah satu contoh pembelajaran aktif adalah Metode Sinergetic Teaching. Dengan menggunakan metode ini diharapkan dapat mempermudah siswa untuk memahami pelajaran, meningkatkan ransangan belajar, serta menimbulkan motivasi belajar siswa dan meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar.

Penelitian awal yang peneliti lakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Merangin membuktikan bahwa, ada beberapa mata pelajaran yang sewaktu proses pembelajaran belum menggunakan metode pembelajaran aktif. Siswa hanya diajak untuk mendengarkan guru dalam menyampaikan materi sampai waktu habis. Hal ini menyebabkan siswa kurang fokus mengikuti proses pembelajaran.

Proses pembelajaran seperti ini juga terjadi pada mata pelajaran Biologi di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Merangin. Siswa tidak begitu antusias mengikuti pembelajaran disebabkan guru tidak menggunakan metode yang bervariasi. Siswa tidak terlihat aktif dalam proses pembelajaran,mereka hanya menerima saja yang disampaikan guru dan hanya sedikit sekali siswa yang mau bertanya ataupun ingin menjawab pertanyaan.

Berdasarkan  informasi yang ditemukan dilapangan tersebut, maka tidak selayaknya dibiarkan begitu saja. Akan tetapi, perlu kiranya dilakukan sebuah upaya untuk menindak Lanjuti ketimpangan yang ada. Salah satu alternatifnya adalah dengan menerapkan metode Sinergetic Teaching pada proses pembelajaran khususnya pada pelajaran biologi.

Metode Sinergetic Teaching merupakan sebuah metode pembelajaran yang menggabungkan dua jenis cara atau teknik belajar yang berbeda dengan membandingkan hasil dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan tersebut. Dalam hal ini peneliti akan menggabungkan dua strategi atau metode yang berbeda pada pelaksanaan proses pembelajaran. Strategi atau metode yang akan peneliti gunakan yaitu metode kelompok belajar (study group) dan metode Latihan (drill). Dengan menggunakan metode Sinergetic Teaching diharapkan siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajar sehingga siswa akan mendapatkan hasil yang lebih baik.Oleh karena itu penulis tertarik untuk menggabungkan kedua metode tersebut kedalam Metode Sinergetic Teaching.
      
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dikemukakan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Merangin dengan judul: “PENGARUH PENGGUNAAN METODE SINERGETIC TEACHINGTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 9 MERANGIN.
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Pengaruh Media Animasi Terhadap Penguasaan Konsep Sistem Sirkulasi Pada Siswa Kelas Xi Ipa Sma N 1 Indralaya (PBIO-6)

Rabu, 31 Oktober 2012
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kemajuan teknologi modern tentang komputer merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pembaharuan dalam dunia pendidikan. Pada bidang pendidikan, pemerintah dan masyarakat umum telah memberikan perhatian yang mendalam tentang kemajuan teknologi modern ini. Teknologi dapat membantu mencapai sasaran dan tujuan pendidikan sehingga proses belajar mengajar akan lebih berkesan dan bermakna (Asra, 2009). Teknologi informasi turut berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban manusia. Perkembangan teknologi informasi meliputi perkembangan infrastruktur teknologi informasi, seperti hardware, software, teknologi penyimpanan data (storage), dan teknologi komunikasi (Laudon, 2006 dalamNoviari, 2009). 

 
Media pengajaran yang sedang berkembang untuk saat ini yaitu multimedia. Penggunaan multimedia merupakan kombinasi dari grafik, teks, suara, video, dan animasi. Objek yang tidak dapat dilihat langsung, dapat digantikan dengan penggunaan multimedia yang berupa penayangan teks, grafik, suara, video, dan animasi. Multimedia mengandung unsur komputer. Multimedia memberikan kesempatan untuk belajar tidak hanya dari satu sumber belajar seperti guru, tetapi memberikan kesempatan kepada subjek untuk mengembangkan kognitif dengan lebih baik, kreatif dan inovatif. Hal ini salah satunya karena informasi disajikan dalam dua atau lebih bentuk seperti dalam bentuk gambar dan kata-kata (Saguni, 2006). Media pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar ke arah yang lebih konkret. Multimedia sebagai gabungan berbagai jenis media mampu menciptakan suasana belajar yang begitu menarik dan menyenangkan sehingga akan memberikan motivasi belajar yang lebih tinggi dalam diri seswa. Multimedia memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar tidak hanya dari guru, tetapi memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan kognitif dengan lebih baik, kreatif dan inovatif. Hal ini salah satunya karena informasi disajikan dalam dua atau lebih bentuk seperti gambar dan kata-kata (Puspita, 2008).

Media animasi yang merupakan kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gerakan dan dilengkapi dengan audio sehingga berkesan hidup serta menyimpan pesan-pesan pembelajaran. Kehadiran media animasi dalam pembelajaran Biologi sangat mendukung proses penyampaian berbagai informasi dari guru ke siswa. Proses-proses biologi yang kompleks dapat dengan mudah dijelaskan kepada siswa, seperti proses fotosintesis, respirasi aerob, dan berbagai proses dalam sistem organ manusia. Pada proses belajar mengajar, siswa sering dihadapkan pada materi yang abstrak dan diluar pengalaman sehari-hari sehingga matri pelajaran sulit diterima dan dipahami oleh siswa. Keistimewaan yang dimiliki oleh animasi intinya untuk memvisualisasikan konsep abstrak yang sulit dipraktekkan dikelas (Sihombing, 2010). 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Radita (2010) didapatkan bahwa perencanaan penggunaan media pembelajaran dalam silabus dan RPP belum sesuai dengan realisasinya. Media pembelajaran yang sering digunakan terdiri dari 2-3 jenis media antara lain media visual yaitu charta, media benda yaitu model, dan media cetak yaitu LKS. Hanya beberapa guru yang mencantumkan penggunaan media komputer dalam RPP dan silabus. Kendala dalam merealisasikan penggunaan media komputer adalah kurangnya kreativitas guru. Padahal menurut penelitian O’Day (2006) menunjukkan penggunaan media animasi dalam pembelajaran biologi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa.

            SMA Negeri 1 Indralaya adalah salah satu SMA yang terdapat di Ogan Ilir. SMA ini memiliki ruang multimedia yang didalamnya terdapat komputer dan LCD yang bisa menunjang proses pembelajaran. Berdasarkan pengamatan peneliti, ruang multimedia ini hanya digunakan oleh guru mata pelajaran komputer, sedangkan guru mata pelajaran lain jarang sekali menggunakan ruang multimedia ini.

Berdasarkan  uraian diatas, maka dipandang perlu untuk melakukan penelitian tentang penggunaan media animasi dalam pembelajaran biologi di kelas XI SMA Negeri I Indralaya. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul penelitian ”Pengaruh  Media Animasi terhadap Penguasaan Konsep Sistem Sirkulasi pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri I Indralaya”.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Meningkatkan Hasil Belajar Dan Kecakapan Hidup Siswa Pada Materi Prinsip-Prinsip Klasifikasi, Virus, Dan Monera Melalui Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Dengan Model Iqro Di Man 2 Semarang (PBIO-5)

Jumat, 03 Agustus 2012
BAB I 
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang secara teknis-operasional dilakukan melalui pembelajaran. Program pembelajaran yang baik akan menghasilkan efek berantai pada kemampuan peserta didik untuk belajar  secara  terus menerus   melalui  lingkungannya  baik  lingkungan  alam maupun  lingkungan  sosial sebagai sumber  belajar  yang  tak  terbatas.  Melalui proses belajar dari lingkungan, individu dapat menemukan  kembali jati dirinya, dapat  melakukan  sesuatu  yang  baru,  merasakan hubungan  yang  lebih  akrab dengan alam dan sesamanya. Melalui keterampilan belajar akan ditemukan suatu bentuk   keterampilan  khusus  yang  sesuai  bakat  dan  minatnya serta  dapat digunakan sebagai basis untuk memperoleh penghasilan layak.
Keterampilan  khusus  tersebut  adalah  life  skills  yang  diperoleh  melalui keterampilan belajar. Menurut Gredler  dalam Anwar (2004), individu yang sudah memiliki  keterampilan   belajar   dapat   mengarahkan   dirinya   pada   berbagai keterampilan        baru     termasuk   keterampilan kejuruan. Mereka juga dapat mengembangkan kapasitasnya  untuk  memberkati hidup mereka melalui kreativitas sepanjang  masa. Jadi individu yang memiliki keterampilan belajar, akan  mudah  memperoleh  berbagai  keterampilan  lain, termasuk  keterampilan untuk bekerja yang merupakan bagian dari kreativitas kehidupan jangka panjang.
Individu  yang  memiliki  keterampilan  belajar  lebih  optimis  karena  memiliki banyak pilihan, sedangkan individu yang hanya memiliki keterampilan terbatas yang hanya memfokuskan pada satu keterampilan yang spesifik potensial menjadi orang yang pesimistik,  karena tidak memiliki banyak pilihan dan kemampuan transfer ilmu.
Pada kenyataannya menunjukkan bahwa hasil mutu lulusan secara umum yang memasuki dunia kerja belum memiliki kesiapan kerja yang baik, sementara untuk membuka lapangan kerja sendiri para lulusan kependidikan maupun non kependidikan  juga  belum  memiliki  kesiapan  kerja  yang  matang.  Meskipun demikian, kita perlu menyiapkan anak didik agar mampu menghadapi tantangan kerja sekaligus peluang dalam mengisi pembangunan pendidikan di masa depan dengan sistem pembelajaran baru demi  keberhasilan anak didik  dalam proses belajar  mengajar,  Sehingga  pembelajaran  tidak hanya  mengandalkan  aspek kognitif saja, tetapi pembelajaran yang berorientasi pada kecakapan hidup sangat diperlukan  untuk menciptakan generasi bangsa yang siap memasuki dunia kerja dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Sesuai pendapat Mulyasa (2002) dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) mencantumkan kecakapan hidup sebagai hasil pengalaman belajar siswa,  sehingga dihasilkan siswa yang tidak hanya berprestasi tinggi dilihat dari perolehan angka  dan raportnya tetapi out comenya juga bagus. Nilai Biologi yang bagus seharusnya juga menggambarkan kemampuannya memperlakukan lingkungan seperti menjaga kebersihan, merawat tanaman  dengan  baik. 

Dengan  kemampuan  (skill)  individu  mampu  untuk melakukan  tugas  atau pekerjaan  yang  dibebankan  kepadanya,  sehingga  dapat memecahkan  masalah yang dihadapi seperti menjaga tubuh dari penyakit dan mengetahui penyebabnya serta bagaimana cara mencegahnya. Hal tersebut juga dipertegas   dalam   Depdiknas  (2003) bahwa  pengalaman  belajar  hendaknya memuat kecakapan hidup (life skills) yang harus dimiliki siswa. Menurut Hamalik (2001)  pengajaran  berdasarkan  pengalaman  memberi para  siswa  seperangkat situasi-situasi belajar dalam bentuk keterlibatan pengalaman sesungguhnya yang dirancang oleh guru. MAN 2 Semarang sudah mengikuti  Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) namun belum mencantumkan kecakapan hidup (life  skills) sebagai hasil pengalaman belajar oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapat memenuhi tujuan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang salah satunya pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup.
Interaksi antara siswa dengan lingkungannya dalam pembelajaran Biologi merupakan hal  yang  tidak  dapat  dikesampingkan.  Biologi  lebih  dari  sekedar kumpulan fakta atau konsep, karena dalam Biologi juga terdapat kumpulan proses dan nilai yang dapat diaplikasikan  serta dikembangkan dalam kehidupan nyata. Banyak  siswa  yang  tidak dapat   mengembangkan  pemahamannya  terhadap konsep-konsep   Biologi   tertentu  karena   antara   perolehan   pengetahuan   dan prosesnya tidak terintegrasi dengan baik dan tidak memungkinkan  siswa untuk menangkap makna secara fleksibel. Sebagai contoh siswa dapat menghafalkan berbagai   konsep   dan   fakta,   namun   tidak   mampu   menggunakannya   untuk menjelaskan  fenomena dalam kehidupan yang berhubungan dengan konsep dan fakta yang sudah dihafal tersebut. Sebagai konsekuensinya pembelajaran Biologi di sekolah diharapkan mampu  memberikan pengalaman kepada siswa, sehingga memungkinkan siswa melakukan penyelidikan  tentang fenomena Biologi. Jika Biologi hanya diajarkan dengan hafalan, maka siswa yang memiliki pengetahuan awal tentang  berbagai fenomena Biologi tidak dapat menggunakan pengetahuan mereka selama proses  pembelajaran yang dikembangkan guru. Belajar Biologi seharusnya dapat mengakomodir kesenangan dan kepuasan intelektual bagi siswa dalam  usahanya membongkar  dan  memperbaiki  berbagai  konsep  yang  masih keliru. Pembelajaran Biologi akan lebih bermakna jika siswa menemukan sendiri pengetahuannya dengan kegiatan ilmiah seperti merumuskan masalah, menyusun kerangka  berpikir,  menyusun hipotesis,  melakukan  eksperimen,  menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mempublikasikan hasil.
Berdasarkan hasil  wawancara  dengan  guru  Biologi  MAN  2  Semarang kelas X pada tahun ajaran 2004/2005, Pembelajaran Biologi di MAN 2 Semarang pada materi prinsip-prinsip klasifikasi, virus dan monera menunjukkan hasil yang kurang memuaskan.  Hasil  belajar siswa  pada materi ini paling rendah dibandingkan  dengan materi  Biologi yang  lain.  Hal  tersebut  disebabkan  oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1. Pembelajaran          yang   dilakukan   menggunakan  metode  ceramah  yang membuat siswa menjadi pasif. Para siswa hanya mendengarkan hal-hal yang   disampaikan  oleh  guru.  Kegiatan  mandiri  dianggap  tidak  ada maknanya, guru  cukup mempelajari materi dari buku, lalu disampaikan kepada  siswa.  Di  sisi  lain,   siswa  hanya  diam  dan  bersikap  pasif. Penggunaan metode ceramah ini hasil belajar yang diperoleh siswa kurang memuaskan.  Menurut                                  Hamalik (2001) Pengajaran efektif             adalah pengajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri, sehingga menuntut siswa untuk aktif.
2. Materi pelajaran Biologi pada pokok kajian virus dan monera merupakan hal yang  abstrak, sehingga untuk memahaminya diperlukan metode yang tepat, sebagai alternatif pembelajaran melalui Jelajah Alam Sekitar (JAS) dan Iqro diharapkan dapat meminimalisasi tingkat kesulitan belajar. Sesuai pendapat  Ridlo  (2005)  Pendekatan  Jelajah  Alam  Sekitar  (JAS)  dengan model  Iqro  menekankan  pada  kegiatan   pembelajaran  yang  dikaitkan dengan situasi nyata, sehingga selain dapat membuka  wawasan berfikir yang beragam dari seluruh peserta didik, pendekatan ini  memungkinkan peserta  didik  dapat  mempelajari  berbagai  konsep  dan  cara  mengaitkan dengan kehidupan nyata, sehingga hasil belajar lebih berdaya guna bagi kehidupan sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan integritas dirinya. Dengan  pembelajaran ini diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat dan  kecakapan  hidup  (life  skills)  yang  diperlukan  peserta  didik  dalam hidup bermasyarakat dan lingkungan sosialnya dapat tercapai.
3. Berdasarkan pengalaman, bahwa siswa cepat lupa pada materi yang telah diberikan dalam satu konsep, namun melalui model Iqro dengan membaca ciptaan Tuhan yang dikaitkan dengan lingkungan sekitar diharapkan siswa dapat  memahami  dan  mengingat  materi  pelajaran  dalam  jangka  waktu yang lebih lama, sehingga ilmu yang diperoleh  dapat digunakan dalam hidup  bermasyarakat  dan  lingkungan  sosial.  Menurut   Millieu   dalam Hamalik (2001), Alam sekitar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Pengajaran berdasarkan alam sekitar akan membantu anak didik untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya dan pembelajaran akan lebih berdaya  guna,  sehingga  materi  pelajaran  yang  disampaikan  tidak  cepat usang.

Berdasarkan faktor-faktor  yang  disebutkan  di  atas,  mendorong  penulis untuk melakukan penelitian tindakan kelas (action research) guna menerapkan suatu model pembelajaran yang dapat mendorong siswa lebih berperan aktif dan membantu siswa menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata di sekitarnya serta mampu membaca apa yang diciptakan Tuhan (Iqro). Menurut Smith & Cormack dalam Moleong (2006) penelitian tindakan kelas adalah proses untuk  memperoleh  hasil  perubahan  dan memanfaatkan  hasil  perubahan  yang diperoleh dalam penelitian itu. Penelitian ini berupa penelitian tindakan  kelas dengan  jumlah  kelas  yang  diteliti  hanya  satu  kelas  yaitu  kelas X-B.  Dalam penelitian ini penulis menggunakan model Iqro dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS).  Pembelajaran model Iqro mengajak siswa untuk   mendengarkan suara-suara alam, mengagumi ciptaan Tuhan,      mengekplorasi         lingkungan, menyatukan perasaan  dengan alam sehingga peserta didik tidak hanya mengerti tetapi terasah perasaan personal,  sosial dan seninya (Ridlo, 2005).  
Tujuan dari penerapan model Iqro ini untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa agar siswa lebih mencintai alam, hal ini  dikarenakan siswa kurang mempunyai kepedulian terhadap alam sehingga sering terjadi  kerusakan hutan, banjir dan berbagai masalah lingkungan yang disebabkan kurangnya  kepedulian masyarakat terhadap alam. Model Iqro ini selain mengasah kognitif siswa juga mengasah religius siswa. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dipilih karena belajar Biologi berarti belajar tentang alam di sekitar kita baik plantae, animalia, fungi,  monera  dan  protista,  sehingga  dapat  menambah  kekaguman  terhadap kebesaran Tuhan dan materi yang dipelajari akan lebih bermakna karena dikaitkan dengan kenyataan yang ada di lingkungan. Dengan  demikian penerapan model Iqro melalui pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) pada materi prinsip-prinsip klasifikasi, virus, dan monera diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan kecakapan hidup siswa.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini